Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Galuh Pengelola Dewi Tinalah Inisiator Kelas Online Desa Wisata di Indonesia

Di tengah pesona alam dan kekayaan budaya Desa Wisata Tinalah, ada sosok visioner yang terus bergerak di desa ini menjadi salah satu destinasi di Yogyakarta. Galuh Alif Fahmi Rizki, pengelola Dewi Tinalah, telah menjadi inisiator Kelas Online Desa Wisata di Indonesia, membawa desa ini dari tahap perintisan hingga mencapai kemajuan dalam pengelolaan level desa wisata. Sejak 2013, Galuh telah mencurahkan dedikasinya untuk memajukan desa wisata ini, menjadikannya ruang pemberdayaan bagi masyarakat setempat.


Galuh Pengelola Dewi Tinalah Inisiator Kelas Online Desa Wisata di Indonesia

Membangun dari Awal Hingga Maju

Mengelola desa wisata bukanlah tugas yang mudah. Galuh memulai perjalanannya dengan visi yang jelas: mengembangkan desa wisata yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan memberikan nilai tambah ekonomi sambil tetap mempertahankan keasrian dan kelangsungan lingkungan desa. Dengan komitmen yang kuat dan semangat yang tak kenal lelah, Galuh bersama tim di desa bersama para senior desa wisata telah mengubah Desa Wisata Tinalah menjadi model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang diakui banyak pihak.


Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kompetensi SDM

Salah satu pencapaian terbesar Galuh adalah bagaimana dia mampu berkolaborasi dan menggerakkan masyarakat lokal untuk aktif berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata. Melalui berbagai program pemberdayaan, masyarakat desa dilatih dan diberikan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk berperan aktif dalam industri pariwisata. Pelatihan-pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan wisata, pengelolaan homestay, hingga pembuatan kerajinan tangan yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Baca Juga: Galuh Alif Fahmi Rizki Dosen Praktisi yang Menginspirasi dalam Program Praktisi Mengajar Kampus Merdeka


Selain itu, Galuh juga fokus pada peningkatan kompetensi SDM. Dengan latar belakang pendidikan teknologi pembelajaran, dia memahami betul pentingnya pendidikan dan pelatihan yang tepat sasaran. Dia telah mengembangkan berbagai sumber belajar yang kontekstual dan kolaboratif, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Program-program pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan warga tetapi juga membuka peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.


Inovasi dengan Adopsi Teknologi dan Digital Marketing

Galuh tidak hanya berhenti pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan SDM. Dia juga sangat peka terhadap perkembangan teknologi dan pentingnya digital marketing dalam mempromosikan desa wisata. Melalui strategi adopsi teknologi, Galuh berhasil mengakselerasi pertumbuhan Desa Wisata Tinalah. Dia mengimplementasikan berbagai platform digital untuk memperkenalkan desa wisata ini ke khalayak yang lebih luas. Media sosial, situs web, dan aplikasi wisata digunakan secara efektif untuk menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.


Eduwisata Berbasis Digital: Inovasi yang Menginspirasi

Salah satu inovasi terbesarnya adalah pengembangan eduwisata berbasis digital. Dengan memanfaatkan latar belakang pendidikannya di bidang teknologi pembelajaran, Galuh menciptakan paket-paket edukasi yang menarik dan informatif. Eduwisata ini tidak hanya menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan tetapi juga memberikan pembelajaran yang mendalam tentang budaya, sejarah, dan alam Desa Wisata Tinalah.


Akses Kelas Virtual: Pesona Alam dan Budaya Desa Wisata Tinalah

Kini, pengalaman mengelola desa wisata ini dikembangkan menjadi sumber belajar berbasis digital. Galuh telah meluncurkan Kelas Online Desa Wisata, sebuah inisiatif yang memungkinkan orang-orang dari berbagai daerah untuk belajar langsung dari pengalamannya. Melalui kelas online ini, peserta dapat mempelajari berbagai aspek pengelolaan desa wisata, mulai dari perencanaan, pemasaran, hingga pelaksanaan program-program pemberdayaan masyarakat.


Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Galuh menyadari bahwa keberhasilan ini tidak hanya dicapai sendirian. Dia selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Kolaborasi ini sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan Desa Wisata Tinalah.


Bagi Anda yang tertarik untuk belajar lebih dalam tentang pengelolaan desa wisata atau ingin berkolaborasi dengan Galuh dan timnya, ini adalah kesempatan emas. Melalui inovasi dan dedikasinya, Galuh telah menunjukkan bahwa dengan visi yang jelas dan kerja keras, kita bisa menciptakan perubahan positif yang signifikan. Desa Wisata Tinalah bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat pembelajaran dan pemberdayaan yang menginspirasi.


Baca Juga: Kelas Online Desa Wisata

Mari bergabung dalam Kelas Online Desa Wisata dan jadilah bagian dari perubahan ini. Bersama-sama, kita bisa membangun desa wisata yang lebih maju dan memberdayakan masyarakat lokal, sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya kita.

Serial Webinar Digitalisasi Desa Wisata

Desa sebagai “Independent Community” memiliki kewenangan dalam mengatur desanya secara mandiri, baik dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Partisipasi masyarakat juga esensial untuk mendorong pembangunan desa. Para stakeholder, seperti kepala desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, entrepreneur desa, pengurus kelompok masyarakat, dan sebagainya diharapkan dapat bekerja sama dan bersinergi dalam mengembangkan potens-potensi yang ada di desam termasuk potensi wisata, kriya dan budaya. 


Serial Webinar Digitalisasi Desa Wisata


Kemampuan seluruh stakeholder dalam bekerja sama mengelola dan mengembangkan desa ini yang dimaksud dengan kapasitas desa. Kapasitas desa bukan hanya sekedar kesanggupan dan kelancaran pemerintah desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana tertera dalam prosedur administrasi, melainkan juga bagaimana munculnya inovasi dan pembaharuan yang bersifat dinamis.

Dalam meningkatkan kapasitas desa tersebut salah satu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah ialah dengan bersinergi dengan masyarakat dan juga pihak swasta. Salah satu pola kemitraan yang dapat dilakukan ialah berupa Corporate Social Responsibility (CSR). CSR ditujukan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal, dan komunitas luas. 

Salah satu contoh pelaksanaan CSR ini yaitu program Desa Sejahtera Astra (DSA) yang merupakan program flagship Corporate Social Responsibility (CSR) milik PT Astra International Tbk yang berjalan sejak tahun 2018. 

Target dari program DSA ini secara umum berupa perluasan cakupan desa penerima manfaat, peningkatan masyarakat yang terlibat, penurunan angka pengangguran, peningkatan pendapatan masyarakat, dan akhirnya yaitu mencapai kemandirian masyarakat. 

Oleh sebab itu, Astra bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, start up, serta kelompok usaha desa mengembangkan ekonomi desa yang berfokus pada pengembangan potensi dan produk unggulan desa.


Kegiatan Serial Webinar Digitalisasi Desa Wisata


Nama Kegiatan : Serial Webinar Klaster WKB DSA 2024/2025
Tema : Digitalisasi Desa Wisata
Pelaksanaan : 18 Desember 2024
Waktu : 09.00 – 11.30 WIB (via zoom meeting)
Bentuk Kegiatan : Penyampaian materi dan diskusi terbuka secara virtual

Pembicara Serial Webinar Digitalisasi Desa Wisata 

1. Karnanda Kurniardhi*
3. Dr. Jawoto Sih Setyono

Berkenaan dengan potensi dan produk unggulan desa yang diangkat, salah satu klaster yang menjadi fokus pengembangan dalam program DSA yakni klaster wisata, kriya, dan budaya (WKB). Kerangka pengembangan desa wisata tidak bisa dilihat dari upaya mendorong pilar wisata untuk menciptakan kunjungan saja, tetapi juga terintegrasi dengan pilar kriya (produk material) dan budaya (produk non-material). 

Ketiga pilar tersebut perlu bersinergi. Salah satu milestone Astra dalam pengembangan desa wisata adalah terbentuknya klaster pariwisata, kriya dan budaya (WKB). Terbentuknya klaster WKB ini menjadi titik krusial untuk pengembangan lebih lanjut.

Fasilitator DSA yang telah berkiprah sejak 2018 adalah aset pengetahuan yang berharga untuk membagikan ilmu dan pengetahuan lapangan untuk pengembangan Klaster WKB yang dikombinasikan dengan pengetahuan ilmiah berbasis riset dari perguruan tinggi atau universitas. 

Oleh karena itu, salah satu program dari Klaster WKB adalah Serial Webinar WKB DSA 2024/2025 untuk memberikan manfaat langsung bagi 234 desa yang tergabung didalamnya. Forum webinar ini dapat menjadi wadah pembelajaran dan saling belajar melalui pemberdayaan pengetahuan para fasilitator yang telah mengembangkan potensi desa wisata, kriya, dan budaya.

Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dan Pokdarwis Lakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Purwoharjo, Kulon Progo – Desa Wisata Tinalah kembali menjadi tujuan studi banding terkait pengelolaan desa wisata berbasis komunitas dan digitalisasi. Pada tanggal 18 November 2024, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai daerah di Kalimantan Timur melaksanakan studi lapangan di Balai Budaya Desa Wisata Tinalah, Kalurahan Purwoharjo, Kabupaten Kulon Progo. 


Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dan Pokdarwis Lakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dan Lurah Kalurahan Purwoharjo, serta narasumber dari Desa Wisata Tinalah yang berbagi pengalaman dan wawasan seputar pengelolaan desa wisata.

Berbagi Pengalaman dan Praktik Terbaik

Kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang praktik terbaik pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Dalam sesi berbagi pengetahuan, Bambang, salah satu tokoh pengelola Desa Wisata Tinalah, menyampaikan materi tentang manajemen desa wisata yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah, dan pihak swasta dalam membangun desa wisata yang mandiri serta berdaya saing.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Kota Batu Bersama Pelaku Wisata Melakukan Studi Digitalisasi Wisata di Desa Wisata Tinalah

Sementara itu, Galuh Alif Fahmi Rizki, sebagai narasumber lain, membahas tentang digitalisasi desa wisata. Dalam presentasinya, Galuh menekankan peran penting teknologi dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan desa wisata. Digitalisasi yang diterapkan Desa Wisata Tinalah meliputi literasi digital masyarakat, pengelolaan data berbasis digital, sistem pembayaran digital, pengelolaan media sosial sebagai sarana promosi, serta penerapan keamanan siber untuk melindungi data wisatawan dan pengelola. Ia juga menambahkan bahwa desa wisata di era modern harus mampu menjadi content creator yang aktif mempromosikan potensi dan produk mereka melalui platform digital.

Manfaat Kegiatan Studi Desa Wisata

Kegiatan ini memberikan banyak manfaat, baik bagi peserta dari Kalimantan Timur maupun bagi Desa Wisata Tinalah itu sendiri. Berikut adalah beberapa manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini:

Peningkatan Kapasitas Pengelola Desa Wisata

Peserta dari Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dan Pokdarwis mendapatkan wawasan baru tentang strategi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan. Hal ini termasuk pentingnya pelibatan masyarakat dalam setiap aspek pengelolaan, mulai dari perencanaan hingga implementasi program.

Pemahaman Digitalisasi dalam Pariwisata

Materi tentang digitalisasi memberikan gambaran kepada peserta bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing desa wisata. Hal ini mencakup promosi melalui media sosial, pengelolaan reservasi online, hingga pencatatan transaksi digital untuk transparansi keuangan.

Pengembangan Kolaborasi Antarwilayah

Kegiatan ini membuka peluang untuk membangun jejaring antar daerah, sehingga praktik terbaik yang telah diterapkan di Desa Wisata Tinalah dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan desa wisata di Kalimantan Timur.

Motivasi bagi Desa Wisata

Kunjungan ini juga memberikan inspirasi bagi desa wisata di Kalimantan Timur untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki agar dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.

Motivasi untuk Pengembangan Desa Wisata

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Desa Wisata Tinalah dalam berbagi pengalaman dan praktik terbaiknya. Ia berharap hasil dari studi ini dapat menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan desa wisata di Kalimantan Timur, terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat dan transformasi digital.

Baca Juga: BPN Kabupaten Solok Sumatera Barat Melakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Lurah Purwoharjo juga menambahkan bahwa Desa Wisata Tinalah akan terus berkomitmen menjadi contoh desa wisata yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Mari Belajar di Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah mengundang seluruh pihak yang tertarik untuk belajar tentang pengelolaan desa wisata berbasis digital dan pemberdayaan masyarakat. Dengan pengalaman sebagai salah satu destinasi unggulan yang masuk dalam Top 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Desa Wisata Tinalah siap menjadi mitra belajar bagi desa wisata lainnya di Indonesia.

Baca Juga: Akses Kelas Desa Wisata Secara Online 

Mari bersama-sama memajukan pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Hubungi Desa Wisata Tinalah untuk informasi lebih lanjut dan jadwalkan kunjungan Anda di Dewi Tinalah!

Dinas Pariwisata Kota Batu Bersama Pelaku Wisata Melakukan Studi Digitalisasi Wisata di Desa Wisata Tinalah

Dalam upaya untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan wisata berbasis digital, Dinas Pariwisata Kota Batu bekerja sama dengan pelaku wisata setempat melakukan kegiatan studi banding di Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah), Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta pada tanggal 17 September 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pelaku wisata di Kota Batu dengan tujuan mempelajari praktik terbaik digitalisasi wisata yang telah diimplementasikan oleh Dewi Tinalah, sebagai salah satu desa wisata terkemuka di Indonesia dalam hal penerapan teknologi digital.


Dinas Pariwisata Kota Batu Bersama Pelaku Wisata Melakukan Studi Digitalisasi Wisata di Desa Wisata Tinalah


Desa Wisata Tinalah dikenal tidak hanya karena keindahan alam dan keanekaragaman budaya yang ditawarkan, tetapi juga karena inovasinya dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam sistem pengelolaan pariwisatanya. Sejak beberapa tahun terakhir, Dewi Tinalah telah menunjukkan perkembangan pesat dengan memanfaatkan berbagai teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya tarik wisatanya.

Baca Juga: BPN Kabupaten Solok Sumatera Barat Melakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Dalam kesempatan ini, Galuh Alif Fahmi Rizki, sebagai narasumber sekaligus pengelola Desa Wisata Tinalah, memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya penerapan digitalisasi dalam pengelolaan desa wisata. "Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi pengelola desa wisata agar dapat bersaing di era globalisasi dan menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin dinamis," ungkapnya.

Manfaat Digitalisasi dalam Pengelolaan Desa Wisata

Galuh Alif Fahmi Rizki menjelaskan bahwa ada beberapa aspek krusial dalam pengelolaan desa wisata berbasis digital yang dapat memberikan dampak signifikan, baik bagi pengelola, masyarakat lokal, maupun para wisatawan. Berikut adalah beberapa materi utama yang disampaikan dan manfaat yang dihasilkan dari digitalisasi dalam pengelolaan desa wisata:

1. Literasi Digital Masyarakat

Salah satu pilar utama dalam digitalisasi desa wisata adalah literasi digital masyarakat. Di Dewi Tinalah, literasi digital masyarakat desa telah dikembangkan agar setiap individu memahami manfaat teknologi, mulai dari penggunaan media sosial hingga pengelolaan data digital. "Ketika masyarakat desa sudah melek digital, mereka dapat ikut serta dalam promosi, pengelolaan, hingga penyebaran informasi mengenai desa wisata. Ini bukan hanya tugas pengelola, tetapi juga kolaborasi masyarakat," ujar Galuh.

2. Pengelolaan Data Digital

Desa Wisata Tinalah telah menerapkan sistem pengelolaan data digital untuk memantau jumlah pengunjung, preferensi wisatawan, dan tren wisata terbaru. Dengan data yang dikelola secara digital, Dewi Tinalah mampu membuat keputusan yang lebih tepat sasaran dan efisien dalam mengembangkan potensi wisata. Sistem ini juga mempermudah pelaporan kepada pihak terkait seperti pemerintah dan mitra bisnis, sehingga kerjasama lebih lancar.

3. Pusat Informasi Digital

Salah satu inovasi penting yang diterapkan di Dewi Tinalah adalah adanya pusat informasi digital yang dapat diakses oleh wisatawan secara online. Pusat informasi ini mencakup informasi lengkap tentang atraksi wisata, akomodasi, kuliner, dan paket wisata yang ditawarkan. Wisatawan dapat melakukan perencanaan perjalanan secara lebih baik dan tepat waktu melalui platform ini, sehingga meningkatkan pengalaman berwisata mereka.

4. Pembayaran Digital

Salah satu tantangan yang sering dihadapi desa wisata di daerah terpencil adalah masalah pembayaran. Dewi Tinalah telah mengatasi hal ini dengan mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui aplikasi dompet elektronik dan QRIS. Hal ini memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan transaksi, sekaligus mendukung inklusi keuangan bagi masyarakat desa. "Dengan pembayaran digital, transaksi menjadi lebih transparan dan aman," jelas Galuh.

5. Komunikasi Melalui Media Sosial

Dalam era modern, media sosial menjadi salah satu alat promosi yang sangat efektif. Dewi Tinalah telah memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk mempromosikan keindahan dan aktivitas wisata yang ada. Galuh menjelaskan bahwa pengelola desa wisata harus mampu menjadi content creator yang kreatif dan menarik agar dapat bersaing di dunia digital yang sangat dinamis. "Desa wisata saat ini bukan hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat kreatif yang dapat menciptakan konten-konten menarik bagi para pengunjung," tambahnya.

6. Keamanan Cyber

Digitalisasi membawa banyak manfaat, namun juga harus diimbangi dengan keamanan cyber. Galuh menekankan pentingnya menjaga keamanan data baik bagi pengelola maupun pengunjung. Sistem keamanan digital yang diterapkan di Dewi Tinalah mampu melindungi transaksi digital, data pengunjung, serta mencegah ancaman cyber yang mungkin terjadi.

Desa Wisata Sebagai Content Creator

Salah satu poin menarik yang diangkat dalam sesi pemaparan adalah pentingnya desa wisata menjadi content creator. Menurut Galuh, pengelola desa wisata harus mampu menghasilkan konten yang relevan dan menarik untuk menarik perhatian wisatawan. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti budaya, keindahan alam, dan keunikan desa. Konten yang autentik dan menarik dapat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga: Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah

"Desa Wisata Tinalah terus mendorong masyarakat dan pengelola untuk menjadi kreator konten di media sosial. Ini sangat penting agar pesan-pesan positif tentang pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat tersebar lebih luas," ujar Galuh.

Manfaat Studi Tiru Bagi Pelaku Wisata Kota Batu

Studi banding ini memberikan banyak manfaat bagi peserta, terutama dalam memahami langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan untuk digitalisasi desa wisata di wilayah mereka. Melalui studi tiru di Dewi Tinalah, pelaku wisata di Kota Batu dapat mengembangkan strategi digitalisasi yang sesuai dengan karakteristik dan potensi wilayah mereka, serta belajar dari pengalaman sukses Dewi Tinalah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan pariwisata.

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak desa wisata di Indonesia untuk berinovasi dan bertransformasi menuju era digital. Bagi desa wisata lain yang ingin belajar mengenai pengelolaan desa wisata berbasis digital, Desa Wisata Tinalah siap menjadi mitra dalam memberikan pelatihan dan pendampingan. Mari bersama-sama kita dorong pariwisata berbasis masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan di Indonesia.

Punya rencana belajar pengembangan desa wisata? Dewi Tinalah memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berkunjung dan belajar melalui paket studi Desa Wisata Tinalah. Dapatkan pengalaman seru dan praktik terbaik dari pengelolaan desa wisata Tinalah. Hubungi WA 085729546678.

BPN Kabupaten Solok Sumatera Barat Melakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Purwoharjo, 28 Mei 2024 - Badan Permusyawaratan Desa (BPN) Kabupaten Solok Sumatera Barat melakukan studi tiru ke Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) di Purwoharjo, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari peran serta BPN dalam pengembangan pariwisata desa dan mengeksplorasi digitalisasi dalam pengelolaan desa wisata.

BPN Kabupaten Solok Sumatera Barat Melakukan Studi Desa Wisata di Dewi Tinalah

Dewi Tinalah sendiri termasuk dalam Top 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 kategori digital, menjadi contoh nyata desa yang sukses mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan pariwisata.

Manfaat Kegiatan Studi Tiru

Tentu banyak manfaat dari kegiatan studi desa wisata ini, Desa Wisata Tinalah menjadi salah satu percontohan pengembangan desa wisata di Indonesia dengan berbasis masyarakat dan penerapan teknologi digital, adapun manfaat kegiatan ini diantaranya:

1. Pengembangan Potensi Desa

Studi tiru ini memberikan kesempatan bagi BPN Kabupaten Solok untuk mempelajari berbagai aspek pengembangan potensi desa yang telah dilakukan oleh Dewi Tinalah. Potensi desa seperti sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal dapat dioptimalkan untuk menciptakan destinasi wisata yang menarik dan berkelanjutan. Dengan memahami pendekatan yang dilakukan oleh Dewi Tinalah, BPN Kabupaten Solok dapat menerapkan strategi serupa untuk memaksimalkan potensi pariwisata di desanya.

2. Digitalisasi Desa Wisata

Salah satu fokus utama dari studi tiru ini adalah mempelajari bagaimana Dewi Tinalah telah mengadopsi teknologi digital untuk mempromosikan dan mengelola desanya. Teknologi digital telah membantu Dewi Tinalah dalam hal pemasaran, manajemen, dan pelayanan wisata. Digitalisasi tidak hanya memperluas jangkauan pemasaran tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional desa wisata. BPN Kabupaten Solok dapat mengambil inspirasi dari implementasi teknologi ini untuk mempercepat digitalisasi di desanya.

3. Peran Serta Pemerintah Desa

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya peran serta pemerintah desa dalam pengembangan pariwisata. Pemerintah desa memiliki peran kunci dalam menyusun kebijakan, menyediakan dukungan infrastruktur, serta mengkoordinasikan berbagai inisiatif pengembangan pariwisata. Melalui studi ini, BPN Kabupaten Solok dapat memahami bagaimana pemerintah Desa Purwoharjo telah berhasil berkolaborasi dengan masyarakat lokal untuk membangun Dewi Tinalah sebagai destinasi wisata unggulan.

4. Peningkatan Ekonomi Kreatif

Dalam kunjungan ini, peserta juga melihat langsung bagaimana Dewi Tinalah mengembangkan sektor ekonomi kreatif melalui berbagai inisiatif seperti Rock Painting. Pengembangan souvenir berbasis kreativitas ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi produk lokal tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat desa. BPN Kabupaten Solok dapat mengadopsi model ini untuk mendorong ekonomi kreatif di desanya, menciptakan peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

5. Pengembangan Kawasan Wisata

Peserta kegiatan juga mengunjungi kawasan bumi perkemahan Dewi Tinalah, yang merupakan salah satu daya tarik utama di desa ini. Kawasan ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata alam yang autentik dan berkelanjutan. BPN Kabupaten Solok dapat memanfaatkan pembelajaran ini untuk mengembangkan kawasan wisata serupa di desanya, yang dapat menarik wisatawan lokal dan internasional.

Pentingnya Studi Tiru untuk Pengembangan Desa


Studi tiru seperti ini sangat penting untuk pengembangan desa karena memberikan wawasan langsung tentang praktik terbaik yang dapat diterapkan di desa lain. Dengan belajar dari keberhasilan Dewi Tinalah, BPN Kabupaten Solok dapat mengadaptasi dan mengimplementasikan strategi yang sesuai dengan kondisi dan potensi desanya. Selain itu, studi tiru juga membuka peluang untuk kolaborasi antar desa, berbagi pengetahuan, dan pengalaman yang dapat mempercepat perkembangan pariwisata desa di seluruh Indonesia.

Peran Aktif Pemerintah Desa


Pemerintah desa memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan pengembangan desa wisata. Dukungan dari pemerintah desa dalam bentuk kebijakan yang mendukung, pembangunan infrastruktur, dan fasilitasi kegiatan masyarakat sangat diperlukan. Pemerintah Desa Purwoharjo telah menunjukkan bagaimana kolaborasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat dapat menghasilkan dampak positif yang signifikan dalam pengembangan desa wisata.



Kegiatan studi tiru oleh BPN Kabupaten Solok ini merupakan langkah awal yang sangat baik dalam upaya pengembangan potensi desa dan pariwisata di Kabupaten Solok. Dengan mempelajari dan mengadopsi strategi yang telah sukses diterapkan di Dewi Tinalah, diharapkan BPN Kabupaten Solok dapat menerapkan pendekatan serupa untuk mendorong pertumbuhan pariwisata di desanya.

Bagi desa-desa lain yang ingin belajar tentang pengelolaan desa wisata, pengembangan ekonomi kreatif, dan digitalisasi desa wisata, Dewi Tinalah membuka pintu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Kami mengundang semua pihak yang tertarik untuk mengunjungi Desa Wisata Tinalah dan melihat langsung bagaimana kami mengembangkan potensi desa untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut dan jadwal kunjungan, silakan hubungi kami di WA 085729546678. Bersama-sama, mari kita bangun desa wisata yang unggul dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Desa Bangkal Seruyan Kalimantan Tengah Studi Pengembangan Desa dan Ekonomi Kreatif di Dewi Tinalah

Sebagai langkah konkret dalam pengembangan desa dan ekonomi kreatif, Ibu-ibu Penggerak Desa Bangkal Seruyan Kalimantan Tengah, melakukan studi di Desa Wisata Tinalah pada tanggal 30 November hingga 1 Desember 2023. Kegiatan ini menjadi inisiatif positif dalam melihat praktik terbaik yang diterapkan oleh Dewi Tinalah dan dapat diadopsi di Desa Bangkal.

desa-bangkal-seruyan-kalimantan-timur-studi-pengembangan-desa-dan-ekonomi-kreatif-di-dewi-tinalah

Peserta studi ini terlibat langsung dalam eksplorasi desa wisata, memahami strategi pemasaran produk lokal, dan menyaksikan pengembangan ekonomi kreatif dari hasil alam setempat, seperti produk piring lidi dan topi daun kelapa. Melalui penginapan di homestay warga, para peserta juga merasakan langsung kehidupan desa, menggali kearifan lokal, dan memahami penerapan pemberdayaan masyarakat yang menjadi kunci keberlanjutan desa.


Manfaat dari studi ini sangat signifikan untuk Desa Bangkal, Seruyan Raya. Dengan memahami praktik terbaik dari Desa Wisata Tinalah, diharapkan dapat terjadi lompatan pembangunan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Peluang-peluang baru akan terbuka, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan promosi kearifan lokal.


Namun, tantangan juga harus dihadapi. Transformasi seperti ini memerlukan komitmen, koordinasi, dan dukungan penuh dari masyarakat. Pemerintah dan pihak terkait perlu bekerja sama untuk menciptakan regulasi yang mendukung, serta meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas desa.


Dengan langkah-langkah nyata seperti studi ini, diharapkan Desa Bangkal Seruyan dapat menjadi pusat pengembangan desa yang inspiratif dan berkelanjutan, menjadi cermin kemajuan di era pariwisata dan ekonomi kreatif.

LPDP Kunjungi Desa Wisata Tinalah untuk Persiapan Keberangkatan Angkatan 197 dan 198

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) menjadi institusi yang dikunjungi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sekretariat Kementrian Keuangan Republik Indonesia untuk persiapan keberangkatan angkatan 197 dan 198, pada 25-26 Januari 20223.

 

LPDP Kunjungi Desa Wisata Tinalah untuk Persiapan Keberangkatan Angkatan 197 dan 198

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) adalah sebuah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan yang melaksanakan tugas dan fungsinya berpedoman pada kebijakankebijakan yang ditetapkan oleh Dewan Penyantun LPDP yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Menteri Keuangan RI, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Menteri Agama RI, dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.

LPDP bertugas mengelola dana abadi Pendidikan yang hasilnya disalurkan untuk memberikan beasiswa kepada putra-putri terbaik bangsa yang menempuh studi magister dan doktor di kampus dalam dan luar negeri serta menyalurkan dana riset yang mendorong inovasi bangsa.

Putra-putri terbaik bangsa yang telah lolos seleksi beasiswa LPDP selanjutnya diikutkan dalam kegiatan wajib yang bertajuk Persiapan Keberangkatan (PK). PK (Pembekalan Keberangkatan) adalah kegiatan pembekalan kepada calon penerima beasiswa LPDP yang memiliki tujuan untuk memberikan penguatan pola pikir, penanaman nilai-nilai idealisme, integritas, kemandirian, memupuk rasa nasionalisme, serta memiliki wawasan global.

Dalam rangka memberikan penguatan pola pikir, penanaman nilai luhur Bangsa Indonesia, internalisasi nilai-nilai dan budaya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yaitu integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan, dan kesempurnaan, maka kami melaksanakan rangkaian kegiatan pembekalan bagi penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP. Kegiatan pembekalan ini bertajuk program Persiapan Keberangkatan (PK) yang diikuti oleh penerima beasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) dengan tujuan universitas dalam dan luar negeri sebelum memasuki masa perkuliahan.


Pembahasan Materi Desa Wisata Tinalah

  • Menjelaskan bahwa para generasi mudah merupakan agen perubahan dan perubahan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk sociopreneurship.
  • Memaparkan pentnignya peran generasi muda dalam membawa perubahan di lingkungan sekitar, baik dari segi ekonomi, sosial maupun budaya.
  • Menjelaskan inovasi yang telah dijalankan oleh pihak pengelola Cara survive selama masa COVID 19 berlangsung (dengan cara digitalisasi maupun pengembangan dengan kolaborasi).
  • Menjelaskan mengenai pemerdayaan masyarakat yang dilakukan untuk mengembangkan program yang sedang dijalankan.
  • Menumbuhkan komitmen para peserta untuk segera kembali berkontribusi bagi Indonesia setelah selesai studi.
  • Menanamkan karakter nasionalisme, integritas, dan kontributif melalui pengalaman hidup narasumber.


Program PK angkatan 197 dan 198 diselenggarakan secara daringvdan diikuti 430 orang penerima beasiswa dengan tujuan studi dalam dan luar negeri. Salah satu sesi dalam rangkaian susunan acara PK-197 dan 198 ini adalah sesi kunjungan institusi ke instansi/perusahaan/tokoh inspirasi yang disiarkan secara virtual. 

 

Sesi tersebut bertujuan sebagai studi lapangan dalam rangka memperoleh pengetahuan, wawasan, dan inspirasi dari diri tokoh, sistem transformasi dan budaya yang dikembangkan di suatu instansi/perusahaan serta kiat dan strategi dalam pencapaian kesuksesan.

 

 

Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah

Dewi Tinalah – Adopsi teknologi saat ini masiv diterapkan di desa wisata. Adanya desa wisata ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat desa untuk berkreasi dan meningkatkan nilai tambah, baik untuk lingkungan, sosial dan ekonomi. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta laksanakan Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah dengan tema Digitalisasi, Branding, Pemasaran, dan Penjualan di desa wisata pada tanggal 16 Oktober 2021.


Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta Dewi Tinalah
Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata di Dewi Tinalah


Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat di Jl. Raya Janti No.4, Wonocatur, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk pengembangan komptensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengelola desa wisata, pelaku kuliner, homestay, kuliner dan fotografi.


Dalam sesi pembukaan ini, Bu Lita dari Dinpar DIY menyampaikan tentang pentingnya digitalisasi untuk desa wisata di Yogyakarta. Dewi Tinalah nantinya dapat memberikan tips dan trik untuk pengelolaan digitalisasi desa wisata karena telah meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dan menjadi Desa Wisata Digital.


Galuh Alif Fahmi Rizki selaku pengelola Desa Wisata Tinalah dan pegiat digitalisasi desa wisata menyampaikan tentang paradigma pariwisata 4.0 tentang adopsi tekonologi tepat guna, mulai dari internet of things, big data, dan cloud computing untuk pengelolaan desa wisata. Hal terpenting dalam digitalisasi dalah mindset dan paradigma untuk berkembang, SDM juga harus trampil.



Kegiatan ini tidak hanya sekedar membahas secara teoritis tentang digitalisasi desa wisata. Peserta kegiatan juga melakukan praktik tentang pembuatan video sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan yang ada di kegiatan desa wisata.


Bagi Anda yang ingin belajar tentang digitalisasi desa seperti digitalisasi desa wisata, penerapan digitalisasi di Bumdesa dan pemasaran produk desa dengan internet dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah sebagai narasumber desa digital. Kontak person 085729546678.

Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah

Desa wisata saat ini menjadi program yang banyak menarik perhatian dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pihak akademisi kampus. 12 Oktober 2021 Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah tentang proses merintis desa wisata, tata kelola dan pemanfaatan digital di desa wisata.


studi banding desa wisata - IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah


Pada kesempatan studi wisata ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon banyak menggali bagaimana perjalanan Dewi Tinalah dari awal hingga saat ini. Apa yang telah dilakukan oleh Dewi Tinalah nanti dapat menjadi referensi yang dapat di terapkan di daerah lain atau melalui kajian pariwisata di akademisi.

Komitmen menjadi penting bagi seluruh pemangku kepentingkan di desa. Seluruh warga dapat menjadi pemangku kepentingan dalam tata Kelola desa wisata berbasis masyarakat.

Dalam perkembangan desa wisata, SDM menjadi sangat penting bagaimana dapat memberikan banyak kontribusi untuk pengembangan desa wisata berkelanjutan. Dalam hal ini kegiatan sosialisasi, pelatihan, bimtek tentang desa wisata harus secara konsisten dilaksanakan.

Apa yang telah diraih Dewi Tinalah menjadi salah satu desa wisata terbaik Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Tinalah diharapkan dapat memberikan motivasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia untuk dapat memanfaatkan segenap potensi yang ada di desa.

Studi desa wisata menjadi penting untuk melengkapi kawasan teori dan praktik, apa saja yang telah dilakukan di desa wisata serta praktik apa saja yang menjadikan desa wisata dapat terus bergerak dan memberikan dampak untuk masyarakat.

Bagi Anda yang ingin studi wisata atau studi tentang desa wisata dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Kegiatan ini dapat dilakukan di Dewi Tinalah atau mengundang Dewi Tinalah dalam suatu acara tertentu.

Monitoring dan Evaluasi Desa Wisata Wajib Dilakukan

Dewi Tinalah – Keberadaan desa wisata setelah melalui tahapan merintis dan pengembangan tentu perlu adanya suatu pemantauan. Pengelola Desa Wisata perlu melakukan monitoring dan evaluasi desa wisata, baik secara internal maupun eksternal. Hal ini untuk mengetahui apa saja capaian dan hal apa saja yang belum dapat direalisasikan.

monitoring-dan-evaluasi-desa-wisata-dewi-tinalah


Tujuan monitoring dan evaluasi desa wisata adalah untuk mengetahui kesesuaian rencana program kerja yang dibuat berdasarkan kebutuhan dan karakter suatu desa wisata. Lebih lanjut, kegiatan ini juga untuk mengetahui proses pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan desa wisata sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dengan adanya monitoring dan evaluasi, desa wisata juga dapat mengetahui keberhasilan dalam pencapaian target yang telah ditentukan.

Baca Juga

Dalam kegiatan ini perlu juga sasaran monitoring dan evaluasi desa wisata agar tercapainya kesesuaian rencana program kerja serta proses pelaksanaan dan pengembangan desa wisata sehingga tercapai tingkat keberhasilan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi desa wisata tentu diperlukan suatu instrument evaluasi atau penilaian sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi program pengembangan suatu desa wisata. Dalam instrumen evaluasi desa wisata dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi karakterisitik desa wisata dan dijabarkan dalam indikator dari setiap penilaian desa wisata.

Lalu apa saja intrumen evaluasi desa wisata yang harus ada? Terdapat karakteristik instrument penilaian dasar yang harus ada ketika akan melakukan monitoring dan evaluasi. Instrumen tersebut perlu memuat tentang atraksi, amenitas, aksesbilitas, sumber daya manusia, mayarakat, industri, serta promosi dan pemasaran.

Di bawah ini Dewi Tinalah akan sampaikan penjelasan lengkap sesuai dengan setiap kriteria tersebut. Kriteria ini telah baku sesuai dengan Buku Panduan Desa Wisata. Berikut karakteristik monitoring dan evaluasi desa wisata beserta indikator dan penjelasan singkat dari praktik terbaik Dewi Tinalah.

Karakteristik Atraksi Desa Wisata

Untuk melakukan monitoring dan evaluasi desa wisata, indikator atraksi ini meliputi, 1. Terdapat pengingkatan inovasi / penciptaan dan pengelolaan produk wisata berbasis potensi sumber daya lokal di desa wisata, 2. Terdapat peningkatan diversivikasi produk wisata, 3. Terdapat peningkatan modifikasi / daur ulang produk wisata sesuai dengan kebutuhan pasar, 4. Terdapat peningkatan kunjungan dan kualitas wisatawan di desa wisata, 5. Terdapat peningkatan lama tinggal wisatawan di desa wisata, 6. Terdapat peningkatan pengeluaran wisatawan di desa wisata, 7 terdapat keberlanjutan even dan paket wisata.


Contoh di Desa Wisata Tinalah dari awal berdiri baru terdapat paket atraksi kegiatan camping dan kuliner. Seiring bertumbuhnya desa wisata terdapat peningkatan kegiatan atraksi susur sungai, susur gua, jelajah alam dan namap tilas sejarah, eduwisata, workshop kerajinan dan kuliner desa, atraksi seni budaya, upacara adat (Merti Bumi Tinalah, Saparan, Wiwitan, baritan) serta berbagai kegiatan adventure seperti outbound, jeep adventure, campervan dan outing untuk keluarga, komunitas, sekolah, kampus, maupun berbagai perusahaan.

Karakteristik Amenitas Desa Wisata

Pada karakteristik penilaian desa wisata di bagian amenitas ini terdapat indikator sebagai berikuti: 1. Terdapat kualitas lingkungan desa wisata (termasuk sarana prasarana lingkungan untuk mendukung kegiatan kepariwisataan), 2. Terdapat rumah penduduk yang dipakai sebagai homestay, 3. Terdapat bangunan yang dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata yang berdasarkan tata ruang yang sudah ditetapkan, 4. Terdapat kuantitas dan kualitas toilet, 5. Terdapat pasar tradisional yang nyaman, 6. Terdapat lahan parkir yang memadahi, 7. Terdapat penanda dan petunjuk arah.

Contoh Karekteristik amenitas di Dewi Tinalah dari awal berdiri di tahun 2013 terdapat peningkatan pada sarana prasarana bangunan, rumah penduduk untuk homestay, penambahan  jumlah toilet, pengembangan lahan parkir, dan penanda petunjuk arah di lokasi dan spot kegiatan.

Karakterisitik Aksesbilitas

Desa wisata sangat perlu memperhatikan indikator aksesibilitas berupa: 1. Terdapat akses jalan yang aman dan memadai, 2. Terdapat jalan penghubung ke wilayah luar desa dalam kondisi baik, 3. Terdapat moda transportasi lokal, 4. Terdapat peningkatan kondisi jalan desa aman bagi pejalan kaki, 5. Terdapat kemudahan akses bagi penyandang disabilitas / difabel, 6. Terdapat kemudahan layanan dan sumber informasi, 7. Terdapat keterbukaan masyarakat terhadap tamu wisata.

Sebagai contoh di Dewi Tinalah, monitoring dan evaluasi aksesbilitas terdapat moda trasportasi lokal seperti ojek dan mobil untuk kegiatan berkeliling di desa wisata, dan keterbukaan masyarakat di Desa Wisata Tinalah terhadap wisatawan yang datang di Dewi Tinalah.

Karakteristik Monitoring dan Evalusi Desa Wisata - Sumber Daya Manusia di Desa Wisata

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan komponen penting dari adanya desa wisata. SDM merupakan pemangku kepentingan dan penggerak desa wisata. Dalam indikator ini perlu diperhatikan: 1. Terdapat warga masyarakat usia produktif yang cukup besar dan bermukim di desa, 2. Terdapat lulusan sekolah pariwisata, 3. Terdapat warga yang menguasai Bahasa asing, 4. Peningkatan kompetensi dan keterampilan mayarakat di desa wisata dalam bidang kepariwisataan, 5. Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat / SDM setempat dalam inisiasi dan pelaksanaan program desa wisata, 6. Peningkatan swadaya masyarakat di desa wisata, 7. Pengingkatan penciptaan lapangan kerja di desa wisata.

Studi kasus desa wisata di Dewi Tinalah, monitoring dan evaluasi desa wisata terdapat warga masyrakat yang produktif bermukim di desa, terdapat warga yang menguasai Bahasa asing berupa Bahasa inggris, peningkatan kompetensi dan keterampilan warga setelah mengikuti berbagai sosialiasi, bimtek serta Pendidikan dan pelatihan tata Kelola desa wisata, inisiasi inovasi kegiatan di Dewi Tinalah seperti pengembangan homestay, atraksi wisata pembuatan kuliner Wingko, kripik pegagan, kreasi anyaman janur, pengembangan pemasaran desa wisata secara digital, dan semakin bertambah warga yang terlibat di desa wisata sebagai bentuk peningkatan penciptaan lapangan kerja di desa.


Karakteristik Masyarakat Desa Wisata

Desa wisata tentu tidak terlepas dari masyarakat desa itu sendiri. Dalam monitoring dan evaluasi desa wisata perlu memperhatikan indikator ini, yaitu: 1. Mempunyai atau memiliki prinsip parsitifatif dengan pelibatan aktif masyarakat lokal, 2. Terdapat mayoritas masyarakat yang memiliki presepsi positif terhadap pariwisata desa, 3. Secara dominan warga memiliki pola pikir yang terbuka dan bersahabat dengan orang luar atau wisatawan, 4. Menjadikan masyarakat menjadi akselerator bersama pemangku kepentingan mengembangkan desa wisata, 5. Masyarakat harus menjadi pusat pembangunan pariwisata desa, 6. Masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal, dan 7. Masyarakat mendukung nilai-nilai Pancasila.

Hasil praktik di Dewi Tinalah dalam monitoring dan evaluasi desa wisata di karekterisitik mayarakat desa, dalam perjalanan desa wisata mayarakat memiliki parsitifatif yang tinggi, masyarakat desa terlibat secara aktif dalam pengelolaan desa wisata Tinalah, kegiatan kepemanduan, penyediaan kuliner dan homestay serta berbagai kegiatan atraksi desa wisata. Masyarakat Dewi Tinalah memiliki pola pikir terbuka untuk berinteraksi dengan wisatawan. Dengan adanya desa wisata, masyarakat menjadi subjek pembanguan pariwisata desa dan semakin memberikan peran untuk menjaga dan melestarikan budaya (merti bumi tinalah, wiwitan, baritan, saparan, seni budaya dan kuliner) dengan tetap menjaga nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan dan falsafah berbangsa dan bernegara.

Karakteristik Sektor Industri Pariwisata

Keberadaan desa wisata tidak terlepas dari konsep usaha, dalam hal ini adalah usaha pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) yang juga masuk dalam industri pariwisata, terdapat indikator desa wisata sebagai industri, 1. Peningkatan sejumlah warga yang bergelut di sektor usaha pariwisata, 2. Peningkatan pendapatan masyarakat dari kegiatan kepariwisataan di desa wisata, 3. Peningkatan modal dalam bentuk daya tarik, produk wisata, dan fasilitas pendukung di desa wisata, 4. Terdapat pertumbuhan  (jumlah dan kualitas) usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat setempat di desa wisata, 5. Terdapat pelibatan industri pariwisata dalam mendorong UMKM, CSR, dan Bapak Asuh, 6. Terdapat industri kreatif desa, 7. Terdapat kemampuan mengundang investor PMA atau PMDN.

Dari perjalanan Dewi Tinalah, dalam sektor industri pariwisata terdapat peningkatan keterlibatan warga yang bergelur di sektor pariwisata seperti menjadi pemandu wisata, penyedia homestay, kuliner dan souvenir. Masyarakat juga terlibat secara swadaya untuk melakukan pengembangan Kedai Tinalah dengan urun dana (community crowdfunding). Sektor UMKM semakin tumbuh seperti Wingko Tinalah, Ingkung Tinalah, Kripik Pegagan, Kripik Gedebog Pisang, Souvenir, dan Merchandise yang sebagai bentuk industri kreatif desa.

Karakteristik Promosi dan Pemasaran Desa Wisata

Tidak kalah penting dalam menjalankan usaha perlu adanya promosi dan pemasaran. Desa wisata tidak terlepas dari hal tersebut, dalam promosi dan pemasaran desa wisata perlu indikator, 1. Peningkatan kunjungan wisatawan di desa wisata, 2. Peningkatan lama tinggal wisatawan di desa wisata, 3. Peningkatan pangsa pasar / market share, 4. Peningkatan minat / permintaan pasar terhadap desa wisata, 5. Peningkatan pengeluaran wisatawan, 6. Peningkatan kunjungan ulang, 7. Peningkatan publikasi desa wisata.

Dewi Tinalah telah menerapkan strategi promosi dan pemasaran gerilya (Guerrilla Marketing) baik secara offline maupun online. Dari kegiatan tersebut terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan 3x lipat di tahun 2016, dan ditahun 2017-2019 semakin bertambah (5x lipat). Dengan promosi dan pemasaran ini meningkatkan lama tinggal wisatawan di desa wisata dengan rata-rata menginap 2-3 hari. Selain itu peningkatan pangsa pasar suga semakin meningkat. Dan terdapat kunjungan ulang oleh wisatawan yang pernah datang di Dewi Tinalah. Setiap tahun pubikasi Dewi Tinalah semakin meningkat.


Strategi utama Dewi Tinalah dalam menjalankan promos dan pemasaran adalah dengan Pemasaran Online (Digital Marketing). Dewi Tinalah memanfaatkan Big Data dan Internet of Things untuk menganalisa pasar, target market, jumlah market, dan preferesni wisatawan terhadap kegiatan wisata. Dewi Tinalah memanfaatkan media sosial (Instagram, Youtube, Facebook, Pinterest, LinkedIn, WhatsApp), Web dan Landing Page, Aplikasi Mobile, Layanan Fitur Google Workspace.

Itu tadi langkah dan kriteria monitoring dan evaluasi desa wisata. Dengan kegiatan ini desa wisata akan tahu sudah sampai mana tahapan yang dicapai dan hal apa saja yang belum dilakukan. Monitoring dan evaluasi dapat juga dijadikan sebagai strategi atau rencana lanjutan pengembangan suatu desa wisata.


Strategi pengembangan desa wisata dari merintis hingga maju


Dapatkan Panduan Strategi Pengembangan Desa Wisata, praktik terbaik dari Desa Wisata Tinalah, telah berhasil melewati tahap merintis desa wisata dan sekarang menjadi desa wisata Maju. Temukan peta jalan dan duplikasi cara dari Desa Wisata Tinalah.


Bagi Anda yang ingin belajar terkait dengan proses merintis dan mengembangkan desa wisata dapat menghubungi Dewi Tinalah sebagai salah satu desa wisata terbaik Indonesia yang menerima Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain itu Dewi Tinalah juga terdapat program penelitian, magang dan pemberdayaan masyarakat, maupun Tri Darma Univeristas.  Hubungi Dewi Tinalah melalui tombol chat Whatsapp atau di 085729546678.

Kelas Digital Marketing Kelas Digital Marketing